Yayasan FKAAI

Jakarta, 13 Mei 2026 – Balai Pemasyarakatan Kelas I Jakarta Barat bersama Yayasan FKAAI melaksanakan kegiatan pembinaan bagi klien pemasyarakatan pada hari Selasa, 12 Mei 2026, mulai pukul 09.00 WIB sampai selesai, bertempat di Kantor Bapas Jakarta Barat.

Kegiatan pembinaan ini didampingi oleh petugas Bapas, Ibu Wati, serta menghadirkan pemateri dari Yayasan FKAAI, Fuad Junaidi, yang menyampaikan tausiyah bertema “Memperbaiki Kualitas Hidup.”

Dalam tausiyahnya, Ustadz Fuad Junaidi menyampaikan bahwa seorang beriman harus memiliki prinsip bahwa hari ini harus lebih baik dari hari kemarin. Karena apabila seseorang hari ini sama dengan kemarin maka ia termasuk orang yang merugi, terlebih jika lebih buruk maka termasuk golongan yang celaka.

Beliau menekankan bahwa ukuran perubahan bukan harus lebih baik dari orang lain, melainkan menjadi pribadi yang lebih baik dibanding diri sendiri di masa lalu.

Adapun langkah-langkah hidup agar lebih berkualitas dan mengalami perubahan yang disampaikan dalam tausiyah tersebut antara lain:

  1. Perubahan Fundamental (Spiritual)
    Memperbaiki hubungan dengan Allooh Ta’aalaa melalui ibadah, khususnya sholat.
    Disampaikan bahwa orang yang meremehkan sholat akan lebih mudah meremehkan urusan lainnya dalam kehidupan.
    Memperbaiki husnudzon atau prasangka baik kepada Allooh Ta’aalaa dalam setiap keadaan kehidupan.
  2. Perubahan Pribadi
    Hidup harus memiliki rencana dan tujuan yang jelas.
    “Kalau kita tidak memiliki rencana, maka kita yang akan direncanakan oleh keadaan.”
    Memulai perubahan dari hal-hal kecil, karena perubahan besar selalu dimulai dari langkah sederhana, seperti memperbaiki kebiasaan sehari-hari.
  3. Perubahan Sosial
    Memperbaiki komunikasi dengan orang lain, dimulai dari keluarga, tetangga, dan lingkungan sekitar dengan membiasakan senyum, sapa, dan salam.
    Memilih lingkungan yang mendukung perubahan positif serta menjauhi lingkungan yang membawa pengaruh negatif.

Dalam penutup tausiyahnya, Ustadz Fuad Junaidi mengajak seluruh peserta agar tidak malu untuk berubah dan tidak terlalu mempedulikan komentar negatif orang lain. Beliau memberikan analogi burung elang yang tetap terbang tinggi meski ada gagak yang hinggap di punggungnya.

“Belajarlah dari burung elang. Ketika ia terbang tinggi dan ada gagak di punggungnya, elang tidak melawan atau menghiraukannya. Ia hanya terus terbang semakin tinggi hingga gagak itu jatuh dengan sendirinya.”

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan motivasi dan penguatan mental spiritual bagi para klien pemasyarakatan agar mampu memperbaiki diri, meningkatkan kualitas hidup, serta kembali berperan positif di tengah masyarakat dengan nilai-nilai akhlakulkarimah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *