Yayasan FKAAI

Audiensi Yayasan FKAAI ke Balai Pemasyarakatan Kelas I Jakarta Pusat

Jakarta, 13 Mei 2026 – Pada hari Selasa, 12 Mei 2026 pukul 10.00 s.d. 11.30 WIB, perwakilan Yayasan FKAAI melaksanakan kegiatan audiensi ke Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Jakarta Pusat. Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat, penuh kekeluargaan, dan semangat kolaborasi dalam pembinaan masyarakat. Perwakilan Yayasan FKAAI yang hadir dalam kegiatan tersebut antara lain: Ustadz Nasir Abas (Pembina Yayasan FKAAI), Giri Pratomo dan Abdul Rohim Sidik. Kehadiran pengurus Yayasan FKAAI disambut langsung oleh Kepala Bapas Kelas I Jakarta Pusat, Bapak Bambang Maryanto, yang didampingi Kepala Seksi Bimbingan Klien Dewasa (Kasi BKD) Ibu Nuraini, S.E., M.M., serta Bapak Latif dari BKD. Dalam kesempatan tersebut, Yayasan FKAAI memaparkan profil yayasan yang berlandaskan prinsip Akhlakulkarimah (Perilaku yang Baik) dalam membina anggota yayasan yang berasal dari berbagai latar belakang, termasuk eks kelompok radikalisme dan mantan narapidana terorisme. Yayasan FKAAI juga menyampaikan bahwa salah satu metode pembinaan yang dilakukan adalah dengan melibatkan anggota dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan. Kepala Bapas Kelas I Jakarta Pusat turut memperlihatkan sejumlah kegiatan pembinaan yang sedang berjalan di lingkungan Bapas, di antaranya kegiatan marawis yang diikuti para klien Bapas serta program penanaman sayur hidroponik sebagai bagian dari pembinaan kemandirian klien. Dalam audiensi tersebut, Kepala Bapas menyambut baik tawaran kerja sama dari Yayasan FKAAI dan menyatakan kesiapan pihak Bapas untuk menyediakan fasilitas dalam berbagai kegiatan pembinaan. Ke depan, kegiatan penyuluhan Bapas di lingkungan masyarakat seperti di tingkat RW/RT maupun sekolah direncanakan akan melibatkan Yayasan FKAAI dalam pelaksanaannya. Selain itu, program Orientasi Klien Baru (OKB) bagi klien yang baru bebas dari masa pidana juga direncanakan akan melibatkan Yayasan FKAAI sebagai mitra dalam pemberian materi penyuluhan dan pendampingan. Di bidang pembinaan kemandirian, Bapas Kelas I Jakarta Pusat juga membuka peluang pelaksanaan pelatihan keterampilan seperti pelatihan AC, barista, dan bekam bagi para klien Bapas. Yayasan FKAAI menyatakan kesiapan untuk menugaskan narasumber dan pendamping dalam berbagai kegiatan penyuluhan maupun pelatihan tersebut. Sebagai tindak lanjut, pihak Bapas akan menyusun surat kerja sama dan akan berkoordinasi lebih lanjut dengan perwakilan Yayasan FKAAI. Komunikasi awal juga telah terjalin dengan tersimpannya nomor kontak petugas Bapas oleh saudara Sidik. Melalui audiensi ini diharapkan terjalin sinergi yang positif antara Yayasan FKAAI dan Bapas Kelas I Jakarta Pusat dalam mewujudkan pembinaan yang humanis, produktif, dan berlandaskan nilai-nilai Akhlakulkarimah demi mendukung reintegrasi sosial para klien pemasyarakatan.

Bapas Jakarta Barat Bersama Yayasan FKAAI Kembali Menggelar Pembinaan Klien Pemasyarakatan

Jakarta, 13 Mei 2026 – Balai Pemasyarakatan Kelas I Jakarta Barat bersama Yayasan FKAAI melaksanakan kegiatan pembinaan bagi klien pemasyarakatan pada hari Selasa, 12 Mei 2026, mulai pukul 09.00 WIB sampai selesai, bertempat di Kantor Bapas Jakarta Barat. Kegiatan pembinaan ini didampingi oleh petugas Bapas, Ibu Wati, serta menghadirkan pemateri dari Yayasan FKAAI, Fuad Junaidi, yang menyampaikan tausiyah bertema “Memperbaiki Kualitas Hidup.” Dalam tausiyahnya, Ustadz Fuad Junaidi menyampaikan bahwa seorang beriman harus memiliki prinsip bahwa hari ini harus lebih baik dari hari kemarin. Karena apabila seseorang hari ini sama dengan kemarin maka ia termasuk orang yang merugi, terlebih jika lebih buruk maka termasuk golongan yang celaka. Beliau menekankan bahwa ukuran perubahan bukan harus lebih baik dari orang lain, melainkan menjadi pribadi yang lebih baik dibanding diri sendiri di masa lalu. Adapun langkah-langkah hidup agar lebih berkualitas dan mengalami perubahan yang disampaikan dalam tausiyah tersebut antara lain: Dalam penutup tausiyahnya, Ustadz Fuad Junaidi mengajak seluruh peserta agar tidak malu untuk berubah dan tidak terlalu mempedulikan komentar negatif orang lain. Beliau memberikan analogi burung elang yang tetap terbang tinggi meski ada gagak yang hinggap di punggungnya. “Belajarlah dari burung elang. Ketika ia terbang tinggi dan ada gagak di punggungnya, elang tidak melawan atau menghiraukannya. Ia hanya terus terbang semakin tinggi hingga gagak itu jatuh dengan sendirinya.” Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan motivasi dan penguatan mental spiritual bagi para klien pemasyarakatan agar mampu memperbaiki diri, meningkatkan kualitas hidup, serta kembali berperan positif di tengah masyarakat dengan nilai-nilai akhlakulkarimah.