✒️ Sofyan Tsauri

Bagaimana jika ada Atsar saling ta’arudh atau Tanaqudh antara satu dengan lainnya, biasanya ulama akan mengkompromikan (Jam’u) lalu jika tidak dapat di kompromikan maka memakai Thoriqotul Nasakh/ metode Nasakh (mencari kronoogisnya) hadist belakangan otomatis menasakh (revisi) hadist sebelumnya, lalu yang ketiga thoriqotut Tarjih yaitu dengan jalan mentarjih (mengunggulkan) dari dalil tsb. Ibarotmya di Syarah Waraqot milik Jalaludin Mahalli di halaman 143 begini
إِذَا تَعَارَضَ نُطْقَانِ فَلَا يَخْلُو: إِمَّا أَنْ يَكُونَا عَامَيْنِ، أَوْ خَاصَّيْنِ أَوْ أَحَدُهُمَا عَامَاً والآخَرُ خاصاً، أَوْ كُلَّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا عَامَّا مِنْ وَجْهِ وَخَاصَّاً مِنْ وَجْهِ. فَإِنْ كَانَا عَامَيْنِ وَأَمْكَنَ الجَمْعُ بَيْنَهُمَا جُمِعَ، وَإِنْ لَمْ يُمْكِنِ الجَمْعُ بَيْنَهُمَا يُتَوَقَّفُ فِيهِمَا إِنْ لَمْ يُعْلَمِ التَّارِيخُ فَإِنْ عُلِمَ التَّارِيخُ فَيُنْسَخُ المُتَقَدِّمُ بِالمُتَأَخْرِ، وَكَذَلِكَ إِنْ كَانَا خَاصَّيْنِ، وَإِنْ كَانَ أَحَدُهُمَا عَامًاً والآخَرُ خَاصَّاً فَيُخَصُ العَامُ بِالخَاصِ، وَإِنْ كَانَ كُلُّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا عَامَاً مِنْ وَجْهِ وَخَاصَاً مِنْ وَجْهِ فَيُخَصُ عُمُوْمُ كُلِّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا بِخُصُوصِ الْآخَرِ.
عني الأصوليون بمباحث التعارض والترجيح بعد مباحث الأدلة الشرعية – الكتاب والسنة والإجماع والقياس – وذلك لأن هذه الأدلة قد يقع بينها تعارض، ولا يمكن إثبات الحكم إلا بإزالة هذا التعارض. انتهى

Di kitab Jamul Jawani Ibarotnya begini
وَأَنَّ الْعَمَلَ بِالْمُتَعَارِضَيْنِ وَلَوْ مِنْ وَجْةٍ أَوْلَى مِنْ الْغَاءِ أَحَدِهِمَا وَلَوْ سُنَّةٌ قَابَلَهَا كِتاب وَلَا يُقَدَّمُ عَلَى السُّنَّة وَلَا السُّنَّةُ – عَلَيْهِ خِلافا لزاعميهما
Dan bahwa mengamalkan dua dalil yang saling berbenturan meski dari sisi yang berbeda, lebih utama daripada mengabaikan salah satunya, meskipun dalil as-sunnah yang berhadapan dengan dalil Al- Qur’an. Al-Qur’an tidak didahulukan atas as-sunnah, As- sunnah juga tidak didahulukan atas Al-Qur’an, berbeda dengan pendapat para ulama’ yang menyangka demikian.
Kesimpulannya para ulama tentu akan memenangkan hadist Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Ibnu Majah dan Abu Dawud dan Ahmad yang terkumpul dari kitab Shahih dan Sunan yang menyebut Fitnah secara Sharih ada di Najd dari pada kitab Mu’jamul Kabir dari Imam At-Tabrani yang menyebutkan bahwa Fifnah ada di Iraq. (Bersambung) Tulisan saya terakhir ini akan sebutkan Fitnah apa saja yang ada di Najd…
