Yayasan FKAAI

Hikmah Kebangsaan Ramadhan: Meneguhkan Kedisiplinan dan Persatuan Bangsa

Tangerang Selatan – Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan, Rumah Wasathiyah menggelar kegiatan bertajuk “Hikmah Kebangsaan Bulan Suci Ramadhan” yang dilaksanakan secara hibrida pada Minggu, 1 Maret 2026. Acara ini menjadi ruang refleksi bersama untuk memperkuat semangat kebangsaan, persatuan, serta komitmen menjaga nilai-nilai moderasi (wasathiyah) dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Kegiatan yang diselenggarakan di Sekretariat Rumah Wasathiyah, Ciputat Timur ini menghadirkan tiga tokoh pemikir yang memberikan perspektif mendalam mengenai peran Ramadhan bagi individu dan bangsa. Sebagai pembicara pertama, Ust. Ir. Parawijayanto menyoroti pentingnya kebersamaan. “Ramadhan bukan sekadar ritual ibadah, melainkan momentum bagi kita untuk merawat ‘Bhinneka Tunggal Ika’ dengan menempatkan semangat persatuan di atas segala perbedaan yang ada,” ujarnya. Melanjutkan diskusi sebagai pembicara kedua, Ust. Dr. Mustaqim Safar menegaskan urgensi perubahan positif. Menurutnya, “Ramadhan adalah momentum emas bagi kita untuk melakukan transformasi diri, yang pada akhirnya akan menjadi katalisator bagi perubahan besar dalam memperkuat komitmen kebangsaan kita sebagai satu kesatuan bangsa.” Sebagai penutup, pembicara ketiga KH. Muhammad Faiz Syukron Makmun, Lc., MA. memberikan penekanan pada aspek karakter. Ia menyatakan, “Puasa merupakan ibadah yang menuntun kita pada jalan yang paling lurus. Di dalamnya, terkandung pelajaran berharga tentang pentingnya ketelitian dan kedisiplinan tinggi, yang harus kita implementasikan dalam perilaku sehari-hari demi mencapai ketakwaan.” Kegiatan ini turut didukung oleh pihak kepolisian, di mana sebelumnya Rumah Wasathiyah telah memohon dukungan kepada Kepala Densus 88 AT Polri, Irjen Pol Sentot Prasetyo, S.I.K, agar dapat mengarahkan para Kasatgaswil untuk hadir bersama eks JI. Partisipasi aktif dari berbagai elemen dalam acara ini diharapkan dapat memperkuat pesan kebangsaan serta semangat persaudaraan yang menjadi tujuan utama kegiatan.