JAKARTA – Menyambut kemuliaan bulan suci Ramadan 1447 H, Yayasan Forum Komunikasi Aktivis Akhlakulkarimah Indonesia (FKAAI) sukses menggelar kajian keagamaan yang menyejukkan bertajuk Kajian Online Romadhoon Menuju Akhlakul Karimah (KORMA) 2026 pada Ahad, 1 Maret 2026. Acara yang dilangsungkan melalui platform Zoom Meeting ini mengangkat tema inspiratif, “Menjadi Insan Mulia di Bulan Romadhoon Dengan Akhlakulkarimah”.
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 16.00 an WIB ini dihadiri oleh 26 peserta dari pengurus harian FKAAI, pengawas FKAAI, pembina FKAAI, dan masyarakat umum. Meski dilaksanakan secara daring, antusiasme peserta terasa sangat kental sejak sesi streaming awal yang diiringi oleh percakapan hangat yang saling menyapa satu sama lainnya.
Esensi Akhlak dalam Beribadah
Acara dibuka secara resmi oleh MC (Master of Ceremony) yang membawakan suasana dengan energik dan santai — atau yang secara jenaka disebut oleh salah satu pembicara sebagai gaya “anak muda banget” (Gen-Z culture). Setelah pembukaan, sesi utama pun dimulai dengan menghadirkan Ustadz Ainul Bahri, atau yang akrab disapa Pak Guru, sebagai pemateri tunggal.
Dalam ceramahnya, Ustadz Ainul Bahri menekankan di awal diskusi bahwa akhlak menepati posisi yang penting. Dari penjelasan hadis Rasulullah S.A.W. yang menyinggung soal menjadi “muslim yang baik” dan sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya. Dalam hadis yang dijelaskan narasumber juga mengingatkan kembali pentingnya berbuat baik kepada keluarga (istri). Ini menyinggung sekali lagi, bagaimana pentingnya berbuat baik itu dimulai dari lingkungan terdekat yaitu keluarga, pertemanan, dan seterusnya ke lingkungan yang lebih luas.
Dalam ceramahnya, banyak kutipan-kutipan menarik untuk direnungi, salah satunya adalah “Senantiasa antusias untuk melakukan kebaikan. […] Tidak pernah berhenti melakukan kebaikan. Apa saja peluang di dalam Islam, di mana Allah Subhanahu Wa Ta’ala menuliskan, atau menyatakan ada pahala di dalamnya.”
Di bulan Ramadan ini, narasumber mengingatkan bahwa Ramadan bukan sekadar ritual menahan lapar dan dahaga, tetapi menjelaskan bahwa inti dari ibadah puasa adalah transformasi karakter.
Menjadi insan mulia tidak bisa dipisahkan dari bagaimana kita memperlakukan sesama. Akhlakulkarimah adalah buah dari iman yang benar. Beliau juga mengingatkan bahwa bulan Ramadan adalah momentum “madrasah” atau sekolah singkat bagi setiap Muslim untuk memperbaiki tutur kata, kesabaran, dan empati kepada sesama.
Interaksi dan Dinamika Acara
Sesi tanya jawab berlangsung sangat dinamis. Meski sempat terjadi kendala teknis kecil terkait koneksi sinyal yang terputus, namun hal tersebut tidak menyurutkan semangat peserta untuk bertanya. Pertanyaan yang masuk melalui kolom chat Zoom difilter oleh panitia untuk kemudian dijawab secara mendalam oleh Ustadz Ainul Bahri.
Salah satu momen menarik menunjukkan bagaimana interaksi hangat terjadi antara pemateri dan peserta, menciptakan suasana kekeluargaan meskipun terpisah jarak. Kekuatan sinyal memang sempat menjadi tantangan, namun komitmen panitia dalam menjaga alur acara membuat kegiatan tetap berjalan sesuai rundown.
Penutup yang Berkesan
Menjelang waktu berbuka puasa, acara ditutup dengan doa dan ucapan terima kasih kepada narasumber serta seluruh peserta yang telah hadir. Panitia juga mengumumkan agenda kajian berikutnya yang diharapkan dapat terus menjadi wadah silaturahmi sekaligus peningkatan kapasitas keilmuan.
Melalui kegiatan KORMA 2026 ini, diharapkan para peserta tidak hanya mendapatkan asupan ilmu secara kognitif, tetapi juga mampu mengimplementasikan nilai-nilai akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari, terutama selama menjalankan ibadah di bulan Ramadan tahun ini.
Penyusun : Erni Kurniati
Editor : Erni Kurniati



